Tuesday, June 11, 2013

bila tiba saat kritikal dalam hidup...hadapilah

post yang sepatutnya saya post malam tadi...tapi tertangguh sebab penat:


Habis juga cuti seminggu saya di kampung....
Diam tak diam dah genap 3 tahun rupanya saya bekerja di taiping dan 3 tahunla juga saya berulang alik 3 bulan sekali pulan ke kampung...

Betul juga kata orang...makin meningkat usia makin kuat plak rasa 'homesick'

Haritu bila turun dari rumah, ada  rasa sayu...
sampai bila harus macam ni...
meninggalkan ibu dalam jarak beribu  batu bukan perkara mudah..
lebih lebih lagi kerana beliau ibu tunggal...
Saya tidak peduli jika ada yang mengatakan saya anak mak..
kerana lalui banyak pengalaman pahit sejak dari kecil...
hanya orang yang pernah melalui kesusahan akan memahami makna kesusahan itu....

Apapun cuti kali ini memberikan banyak erti kepada saya...
banyak perkara yang berlaku yang menguji kesabaran saya...
takpe..yang selebihnya adalah sejarah..
tak perlu saya ceritakan apa yang berlaku.....
karenah manusia adalan bahan ujiNya untuk mendidik kita...

" Bila tiba saat paling kritikal dalam hidup- 
saat perpisahan, kesedihan, kemiskinan, penghinaan, kesepian (namakan apa sahaja) - 
jangan lari, tetapi hadapi...
Sekali lagi, 
walau pedih, sedih tersisih, jangan lari...
Tunggu dan hadapi...kerana ia adalah ujian menguji kesabaran...

Bila sudah tiba di dasar paling bawah 
kepala yang dijulang sudah menjunam ke dalam jurang...
Sudah tidak ada tempat untuk jatuh lagi..
maka pada itulah peribadimu akan naik semula. 
Kau sudah membayar yuran pada kejayaan. 
Kau sudah merasa kepahitan pada ubat yang ditelan.

Ego, bangga diri, kecil hati, penakut sudah dibakar dalam relau mehnah Allah. 
Dan saat untuk kau mendapat ijazah dari universiti mujahadah semakin hampir...


Ya Allah
Uzlah aku daripada kejahatan diri agar tidak menjangkiti orang lain..
Qanaah aku agar tidak hasad pada nilmat yang diberi kepada yang lain.
Sabar aku dengan karenah insan yang menjadi bahan ujiMu untuk mendidikku...
Syukur aku pada nikmat yang ada tanpa mengenang apa yang tiada..
Pemaaf aku pada kejahatan insan sebagai karma kejahatanku pada mereka..." - ustaz pahrol


-aku yang masih belajar menjadi hambaNya.-


No comments:

Post a Comment