Wednesday, December 14, 2011

tenggelam dalam sinis

aku tenggelam dalam menungan
di celahan kebisingan
dalam kedengkian sebuah hati
membiarkan suara suara itu tenggelam
ku renung gelas ku renung meja
pandangan ku kosong
membiarkan suara bingit di telingaku
ah pedulikan
teruskanlah berbunyi
teruskanla bersuara
kerana kedengkianmu
tidak sedikit mengusik ketenanganku
dan aku berdiam diri
tanpa bicara
membiarkan suara bingit
terus mengutuk dan menghina
terus melemparkan kata
sinis dan tajam
tanpa penat tanpa lelah
tanpa pedulikan hati-hati ini
dan aku diam berbicara hingga akhirnya
terus tenggelam dalam nada sinis


p/s: tenggelam dalam arus ke'tidakpuashati'an orang-orang sekeliling. bukan senang nak puaskan hati smeua orang

No comments:

Post a Comment